Jumat, 16 November 2012

Sesederhana Bahagia

Kalau ada yang berpendapat bahwa bahagia itu kompleks, rasanya seketika dahiku akan berkerut. bagaimana tidak, menurutku..bahagia itu sederhana. sesederhana air mata yang jatuh saat menangis, sesederhana senyum saat bahagia. tuh kan sederhana? hehe...

aku bisa mengatakan bahwa bahagia itu sederhana mungkin karena batinku saat ini sedang disesaki perasaan yang tenang dan pikiran positif. wajar saja aku mengatakan bahagia itu sederhana, karena aku tahu, hanya sedikit jiwa yang menyadari bahwa bahagia itu tidak perlu mahal, tak perlu prestigious, tak perlu menjadikan hal terlihat sempurna seutuhnya.

in my perspective, happiness is a form of gratefulness to God. no matter how bad or good your condition, no matter lucky or not your situations, the most important one is : always be grateful with all the things that God gave. as you know, God knows what you really needed, although its not always same with what you want and what you expect before. (maaf grammarnya acak adut)

ok, back to topic. Happy is simple, as simple as happy :)
sebenarnya, yang aku rasakan adalah bahwa bahagia itu memiliki korelasi yang erat dengan rasa syukur. sedangkan kita dapat memaknai rasa syukur itu sendiri dengan menerima secara lapang hati atas apa yang Tuhan berikan. lho, kok mirip dengan pengertian ikhlas ya?

syukur itu, kawan karibnya ikhlas.Selalu sepaket layaknya sendal jepit yang always together, wherever, whenever they are. sok tau banget sih ya aku ngomong kaya gini, tapi ciyus deh, itu tuh emang fakta. sok aja tafakurin sendiri :) . walau aku gak mungkir bahwa akupun masih sering gak bisa sepenuhnya ikhlas atas apa yang menimpaku. akupun masih dalam tahap belajar, gradenya pemula pula ..

Bahagia. kata yang terdiri dari 7 huruf dan 3 suku kata ini begitu familiar untuk kita. tapi tak jarang, bukan familiar dengan dirasakan, tapi familiar di dambakan. untuk menjadi bahagia itu gampang, gampang banget malah. "abaikan saja apa yang membatasimu, dan kaupun pasti bahagia.". pemikiran sampah para sekularis ! mendobrak batas-batas yang telah ditetapkan oleh Tuhan. pasti kamu BAHAGIA kalau condong ke pemikiran tersebut. Namun, timbullah pertanyaan yang mengusik qalbu.
"apakah ini bahagia yang sempurna?"
"apakah ini bahagia yang semu? hanya secuil fatamorgana?"
"apakah bahagia ini adalah bahagia yang 'benar'? "
"apakah bahagia ini yang akan membuat kita kekal?"
its time to restore your mind, brother ... sister ...

Bahagia bukanlah sekedar senyum yang mengembang, tawa yang pecah ataupun euphoria yang meletup-letup. bahagia jauh lebih 'bahagia' dari itu. Tahukah kau bahagia apa yang kumaksud? . Ya !! bahagia karena membuat orang lain bahagia ! double kan? lho..lhoo.. kenapa membahagiakan orang lain? GOOD Question !

tahu gak bro..sist.. seseorang itu akan dibalas sesuai dengan 'perlakuannya' kepada orang lain, dan bukan perlakuan orang lain terhadapnya. seseorang pula akan dikenang atas perlakuannya kepada orang lain, bukan pula atas perlakuan orang lain terhadapnya. ayooo, analoginya jelimet ya ? :D
its time to open our eyes, brother... sister...

Bahagia itu tidak sendirian, bahagia lahir dari perpaduan sikap positif yang sulit sekali untuk dimiliki, yaitu :
BERSYUKUR + MERASA BERUNTUNG + PRASANGKA BAIK THDP ALLAH + IKHLAS = BAHAGIA deh !!
tuh kan, kombinasinya banyak banget dan semua kombinasi itu menginduk pada Akhlakul karimah yang ada pada diri seorang muslim sejati.

"aduuuh, ribet ya pengen bahagia !!"
Eitttsss... yang bikin ribet itu sebenernya mindset kita sendiri. suggestnya aja udah ribet apalagi pengaplikasiannya ! sedangkan Rasul pernah bersabda, bahwa segala sesuatu itu tergantung niatnya. niatnya bahagia dengan tulus dan mudah pastilah ada caranya. bahagia dengan berat dan ribet juga pasti ada caranya pula. Its time to choose Bro.. sist ...

#My first posting, semoga bermanfaat ^^

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar