Kamis, 17 Januari 2013

about : Swear #taken from Strawberry fanpage

Sering bersumpah ?
Suka bersumpah ?
Gemar bersumpah ?
Hobby bersumpah ?
Dikit-dikit bersumpah ?

Berhati-hatilah dengan orang yg demikian... sumpah adalah milik Allah, untuk Allah dan karena Allah...

1. secara psikologis, orang yg kerap bersumpah adalah orang yg kurang percaya diri, karena dengan sumpahnya itu memberi pertanda ke orang lain bahwa ia kurang yakin bahwa orang lain akan percaya kepadanya, maka ia merasa perlu mengiringinya dengan sumpah utk meyakinkannya.

2. seseorang biasanya diminta bersumpah agar orang lain percaya dan yakin akan kebenarannya, artinya secara tak lansung seseorang yg diminta bersumpah adalah seseorang yg kurang di percaya integritas pribadinya.

3. dalam peradilan, seseorang yang diminta utk memberi kesaksian selalu di mulai dengan mengucapkan sumpah bahwa ia akan berkata jujur dan sebenar-benarnya sesuai apa yang dia saksikan dan ketahui. artinya dengan ia bersumpah maka segala kesaksiannya sah dan dianggap benar dimata hukum sesuai fakta-fakta yg ada.

4. sumpah boleh jadi berarti banyak hal, sumpah mengungkapkan kebenaran, sumpah dalam bentuk janji, sumpah dalam bentuk nadzar dan lain-lain

5. apapun itu, sumpah adalah sesuatu yang sangat penting karena terkait dengan kebenaran dan kebaikan yang harus ditegakkan, di penuhi dan dilaksanakan dengan sepenuh hati.. olehnya itu tdk dibenarkan seseorang bermain-main dalam sumpah.. karena sumpah adalah milik Allah, untuk Allah dan karena Allah..

6. kalimat sumpah yg dibenarkan adalah sumpah yg di awali kata BILLAAHI, WALLAAHI... karenanya sumpah akan dipertanggung jawabkan di hadapan Ilahi Sang Maha Segalanya.. (sumpah atas nama selain Allah batal dan tidak sah)

7. setiap sumpah harus/wajib di tunaikan.. tp di anjurkan utk membatalkan sumpah bila ada sesuatu yang lebih baik utk kebaikan dan kebenaran dari apa yang telah kita sumpahkan. utk membatalkan maka di wajibkan utk membayar kaffarat/denda sumpah

8. setiap sumpah yg tidak ditunaikan atau dibatalkan, kaffaratnya adalah (1). Memberi makan 10 orang fakir miskin (2). Memberi pakaian sepuluh orang fakir miskin (3). Memerdekakan hamba sahaya. Kalau salah satu di antara ini tidak sanggup, boleh puasa tiga hari. Puasa tiga hari ini tidak sah untuk kifarat, kecuali salah satu dari tiga hal tersebut tidak mampu.

9. Sumpah dapat diartikan menurut bahasa: 1) Tangan kanan, 2) Kekuatan 3) Janji

10. syarat sumpah (1). Orang bersumpah itu sudah mukallaf (baligh, berakal), karena tidak sah sumpah dari anak-anak dan orang gila (2). Kemauan sendiri, karena tidak sah sumpah orang yang dipaksa dan tidak kena kifarat (3). Orang bersumpah itu sengaja, maka tidak sah sumpah orang yang terlanjur atau tidak sengaja (4). Lafadz sumpah itu salah satu dari nama Allah dengan menggunakan huruf sumpah yang tiga yaitu, Wallah, Billah.

Allah Ta'ala berfirman :

1. "Wahai orang-orang beriman, sempurnakanlah janji-janjimu. (QS Al-Maidah: 1)

2. "Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak dimaksud (untuk bersumpah), tetapi Dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu sengaja, maka kafarat (melanggar) sumpah itu, ialah memberi makan sepuluh orang miskin, yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu, atau memberi pakaian kepada mereka atau memerdekakan seorang budak. Barang siapa tidak sanggup melakukan yang demikian, maka kafaratnya puasa selama tiga hari. Yang demikian itu adalah kafarat sumpah-sumpahmu bila kamu bersumpah (dan kamu langgar). Dan jagalah sumpahmu. Demikianlah Allah menerangkan kepadamu hukum-hukum-Nya agar kamu bersyukur (kepada-Nya)." (QS. Al Maaidah : 89)

Rasulullah s.a.w bersabda :

1. "Tanda orang munafik itu ada tiga, apabila ia berbicara ia berdusta, apabila ia berjanji ia mengingkari dan apabila ia dipercayai ia mengkhianati".

2. "Jangan bersumpah kecuali dengan nama Allah. Barangsiapa bersumpah dengan nama Allah, dia harus jujur (benar). Barangsiapa disumpah dengan nama Allah ia harus rela (setuju). Kalau tidak rela (tidak setuju) niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah. (HR. Ibnu Majah dan Aththusi)

3. Barangsiapa mengangkat sumpah terhadap suatu perkara kemudian dia mengetahui sesuatu yang lebih baik (benar) maka hendaklah dia menebus (kafarat) sumpahnya dan mengemukakan apa yang lebih baik (benar). (HR. Muslim)

4. Barangsiapa bersumpah tidak dengan (menyebut) nama Allah maka dia telah berbuat syirik (menyekutukan Allah). (HR. Ad-Dailami)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar