Kamis, 17 Januari 2013

Mari Membuat Teleskop Bintang Sederhana


Banyak orang berpikir untuk dapat menjadi seorang astronom haruslah memiliki “ilmunya”, bahkan harus memiliki sebuah teleskop sebagai “mata” kedua yang digunakan untuk “berpatroli” langit.
Tetapi untuk bisa mendapatkan teleskop di Indonesia masih cukup sulit. Kalau pun ada, harganya yang melambung tinggi dapat membuat kita berpikir 100x untuk membelinya…..
Nah, alternatif lainnya, bagaimana jika kita mencoba MEMBUAT-nya? Dalam tulisan ini kita akan membahas tentang pembuatan teleskop refraktor.
Untuk bisa membuat sebuah teleskop refraktor, bisa dikatakan gampang–gampang susah karena tidak mudah bagi kita untuk mendapatkan lensa dengan kualitas yang baik dan bagus, serta focus yang panjang.
Tapi semua itu bukanlah masalah yang membuat kita mundur dan berhenti mencoba.
Untuk itu kita bisa menggunakan lensa LUP untuk membuat teleskop sederhana buatan sendiri. Tetapi alangkah baiknya lensa yang akan digunakan memiliki panjang focus maksimal 30cm.
Karena di Indonesia lensa dengan panjang fokus > 30 cm masih sangat sulit untuk didapatkan. Untuk lebih jelasnya berikut daftar nama bahan – bahan dan peralatan yang dibutuhkan :
  1. Lensa objektif LUP (kaca pembesar) / lensa cembung praktikum (biasa dijual di toko alat laboratorium)
  2. Pipa PVC dan perlup (sambungan pipa)
  3. Perkakas pendukung.
  4. Lensa okuler (bisa menggunakan lensa binokuler atau lensa mikroskop) / bisa juga dengan membeli lensa di toko alat laboratorium dengan diameter 2,5 cm.
Sebelum kita mulai membuat, kita sediakan dahulu bahan bahan serta alat yang akan digunakan seperti yang ada diatas.
Langkah Pembuatan :
1. Tentukan panjang badan teleskop dahulu. Dengan rumus fisika yang sudah kita ketahui yaitu : fob + fok = L
2. Potong pipa PVC yang panjangnya sudah diketahui.
3. Letakkan lensa objektif kedalam sambungan pipa, lalu sambungkan sambungan pipa yang sudah berisi lensa tadi diujung paling depan pipa PVC yang udah diukur.
Ingat: lensa objektif selalu terletak didepan lensa okuler.

4. Pasangkan perlup diujung paling belakang pipa.

5. Letakkan lensa okuler diperlupnya.

Nah, bagaimana? gampang kan membuatnya?
Lensa okuler (eyepiece)
Dari semua bahan diatas, yang lumayan sulit dicari adalah lensa okuler (eyepiece).
Tetapi kita dapat mengambilnya dari lensa binocular, atau mikroskop. Tapi untuk lensa okuler bisa juga didapatkan di toko alat laboratorium dengan ukuran diameter 2,5 cm.
Kisaran total untuk harga lensa objektif dan okuler jika dibeli di toko alat laboratorium bisa mencapai ± Rp. 75.000,- s.d Rp. 100.00,-. (Iqbal & Haikal Hakim)
Modul pembuatan teleskop ini dibuat oleh Iqbal Malik dan Haikal Hakim. Keduanya aktif terlibat dalam Pembuatan Teleskop Amatir (Amateur Telescope Making) dan pembuatan roket air.
Salah-satu pengalaman yang sudah pernah membuat teleskop ini:
Assalamualaikum. Sekedar info, nama saya didi. Saya sudah coba buat. Obyektifnya pakai 75mm, ok-nya 30mm. Fokus totalnya saya lupa. Kan tiap lensa beda2.
Kalo mau coba bisa diitung ndry. Hasilnya cukup baik k0k. Nebula keliatan sangat jelas. Apalagi bulan, kawahnya itu loh. Indah buangett. Thanks mbk ivie, iqbal, haikal. Thanks all. Kalo ada yang mau tanya silahkan email ke karasu@usa.com.
InsyaALLAH saya jawab. Wassalamu’alaikum.
*****

ARTIKEL KEDUA: Mari Membuat Teleskop Bintang Sederhana

“Prakarya ini pernah saya buat 2 tahun lalu saat mimpi memiliki teleskop tak pernah jadi nyata. Walaupun sekarang sudah ada 3 teleskop pabrikan yang menggantikan namun sampai kini barangnya masih tersimpan”.
Teleskop Meade LX200
Bagi kebanyakan astronom amatir baik yang sudah master maupun yang masih kroco seperti saya, memiliki sebuah teleskop yang canggih sekelas teleskop MEADE seri LX 200 Schmidt-Cassegrain merupakan hal yang sangat didambakan.
Namun boro-boro memilikinya, megang aja belum pernah tuh barangnya. Katanya sih mampu melihat obyek langit dengan pembesaran 850 kali, ini wajar karena panjang fokus teleskop ini mencapai 3 meter, belum teknologi go-to yang mampu menjejak objek langit sampai 150.000 lokasi obyek secara otomatis karena dipandu oleh program komputernya lewat ‘hand controler’.
Konon teleskop ini juga memiliki teknologi yang canggih yang disebut GPS (Global Positioning System) yang terhubung langsung dengan satelit sehingga bisa langsung mengetahui posisi pengamatan waktu itu. Teleskop ini juga bisa dihubungkan dengan CCD, kamera maupun video camera.
Kalau saya punya teleskop seperti ini mungkin setiap malam tidak pernah tidur, karena asyik ngintip langit… kecuali saat hujan atau mendung. Tidak hanya itu, teleskop ini juga memiliki keunggulan yang lain yaitu harganya sangat tidak cocok untuk kantong kita (katanya sih yang paling murah 25 juta dan paling gede diatas 100 juta wow..).
Tapi jangan khawatir, bagi yang kantongnya tipis kita bisa mencoba membuat teleskop sendiri walau hanya sebuah refraktor, dengan bahan-bahan yang relatif murah di sekitar kita diantaranya:
- lensa bekas fotokopi / lup / lensa cembung (biasanya memiliki fokus 25-60 cm) – lensa obyektif mikroskop m=10x sd 20x – lensa okuler mikroskop m=5x atau 12.5x – pipa pralon 4″ – sambungan 4″-4″ = 2x dan 4″-2″=1x – teleskop finder ( bisa digunakan binokuler yang kecil/diambil satu saja) – penyangga (tripod) alt-azimuth
Yang pertama disebut mikroteleskop karena gabungan antara mikroskop dan teleskop. Prinsip kerja teleskop ini sebetulnya merupakan prinsip kerja sebuah mikroskop yang obyeknya berupa image yang dihasilkan oleh obyektif teleskop (lensa fotokopi).
Menggunakan lensa lup (magnifier) yang besar juga bisa tapi kelemahannya fokusnya terlalu pendek akan terjadi pembiasan karena lensa tunggal dan biasanya lensa ini tidak mengalami proses coating (pelapisan) untuk mengurangi efek pembiasan.
Sedangkan lensa fotokopi merupakan lensa gabungan sehingga dapat menghasilkan citra yang lebih tajam dan bagus karena citra dari obyektif inilah yang akan dilihat/dibesarkan oleh sistem mikroskop tsb, keuntungan mikroteleskop ini adalah gambar yang dihasilkan tegak/tidak terbalik.
Cara yang kedua, menggunakan langsung obyektif mikroskop sebagai eyepiece (okuler teleskop) dan lensa fotokopi sebagai obyektifnya. Prinsipnya adalah teleskop biasa yaitu menghimpitkan fokus antara obyektif dan okuler sehingga diperoleh kesan bayangan yang dibesarkan.
Teleskop setelah diberi penyangga (courtesy: Jogja Astro Club)
Bayangan yang dihasilkan pada teleskop ini terbalik dari bendanya seperti lazimnya sebuah teleskop.
Sistem fokuser dapat dibuat yang lebih baik menggunakan sistem ulir / sekrup, namun kalau kesulitan lobang bagian belakang diberi shok menggunakan gulungan kertas atau alumunium bubut sehingga bagian eyepiece / okuler dapat dimaju-mundurkan untuk mendapatkan fokus yang tepat.
Bagian eyepice (okuler) juga dapat digunakan okuler milik binokuler. Kalau sudah oke tinggal taruh di atas penyangga/tripod dengan dudukan / mounting yang telah kita siapkan.
Lensa fotokopi itu
Untuk finder (pembidik) dapat digunakan bekas binokuler kecil 7×35 yang diambil satu bagiannya yang memiliki pengatur fokus saya tempatkan di atas teleskop menggunakan penjepit alumunium, kecuali untuk membidik juga biar teleskop kelihatan keren.
Akhirnya dengan sedikit ketelatenan dan keuletan kita akan bisa memiliki sebuah teleskop yang tidak kalah dengan buatan pabrik itu dan siap kita gunakan.
Lensa fotokopi setelah ditutup
Nah, setelah dicoba ternyata teleskop cukup bagus saat diarahkan ke permukaan bulan, beberapa kawah terlihat cukup jelas disana.
Bahkan saat kamera digital ikut mengintip melalui eyepicenya hasilnyapun lumayan…
Idealnya juga kalau di indonesia ada yang jual cermin teleskop atau lensa dan eyepiece kita bisa banyak berkreasi dengan teleskop.
Bahkan mungkin bisa diadakan lomba merakit teleskop antar amatir untuk memajukan astronomi Indonesia. (Sumber: JAC)
where Sn is the near point ( typically 25 cm), d is the distance between the eyes and the glass.
For d = 0
maximum magnification is obtained when the image is at the near point, Eqn3
the angular magnification become :
lopue max acc
minimum magnification is obtained when the image is at the far point, then eqn2
the angular magnification become :
lopue min acc
If the image is laid between the near point and far point then
the angular magnification become :

Note : for myopia eyes, when the image is at the far point, then
The distance of the object from the lens can be determined by the formula

***
How to make a telescope
How to Build a Refracting Telescope: Astronomy
—–

Tips Memilih Teleskop

Untuk para amatir astronomi, dan berencana membeli teleskope pertamanya berikut ini beberapa tips agar kalian tidak kecewa karena mendapati teleskope tidak seperti yang dibayangkan.
1. Carilah teleskop dengan panjang fokal setidaknya 900 mm, sebab semakin panjang maka semakin besar magnifernya. Dipasaran ada banyak variabel, 90090, 90080, 90070, 90060, 80080~80060, 70070, 70060, tiga angka pertama adalah panjang fokus, dan dua angka terakhir adalah dimeter tubenya.
2. Cari lebar lensa Objective sebesar mungkin, ( 90mm ) ini membuat bidang pandang lebih luas dan memudahkan anda untuk mencari objek angkasa.
3. Cari juga lubang diameter cermin pembaliknya yang lebar, ini berpengaruh pada kenyamanan anda saat mengamati benda angkasa, sebab objek angkasa cepat sekali menghilang dan anda harus set kemiringan teleskope kembali.
4. Cari mekanisme (swing dan Rotate ) teleskope yang simple, hingga memudahkan anda untuk tracking, dan bisa diputar lembut mengikuti kecepatan revolusi planet.
5. Cari juga teleskope dengan banyak acessories eyepice, barlow dan filter, ini akan menambah kenyamanan anda dan memaksimalkan fungsi teleskope pertama anda. Semoga bermanfaat, trims. (a maze b)
Libraries:
List of telescope types
List of optical telescopes
List of telescope parts and construction
*****

Mari Membuat Mikroskop Cahaya Sederhana

Penemuan Mikroskop
Istilah mikroskop berasal dari bahasa Yunani, yaitu kata micron yang berarti kecil dan scopos yang artinya tujuan. Dari dua pengertian tersebut, mikroskop dapat diartikan sebagai alat yang dibuat atau dipergunakan untuk melihat secara detail obyek yang terlalu kecil apabila dilihat oleh mata telanjang dalam jarak yang dekat.
Ilmu yang mempelajari benda kecil dengan menggunakan alat ini disebut mikroskopi, dan kata mikroskopik berarti sangat kecil, tidak mudah terlihat oleh mata.
Berikut ini adalah gambar / bagan dari cara kerja mikroskop cahaya sederhana yang dapat dibuat sendiri. Lensa yang dipasang bisa berupa lensa kaca atau bahkan dengan tetesan air saja.
Mikroskop cahaya memiliki lensa tambahan yang diletakkan persis didepan mata pengamat yang disebut eyepiece, sehingga obyek dari lensa pertama (kemudian disebut lensa obyektif) dapat diperbesar lagi dengan menggunakan lensa ke dua ini.
Pada perkembangan selanjutnya ditambahkan pengatur jarak antara kedua lensa untuk mempertajam fokus, cermin atau sumber pencahayaan lain, penadah obyek yang dapat digerakkan dan lain-lain, yang semua ini merupakan dasar dari pengembangan mikroskop modern yang kemudian disebut mikroskop cahaya Light Microscope (LM).
Menurut sejarah orang yang pertama kali berpikir untuk membuat alat yang bernama mikroskop ini adalah Zacharias Janssen. Janssen sendiri sehari-harinya adalah seorang yang kerjanya membuat kacamata. Dibantu oleh Hans Janssen mereka mambuat mikroskop pertama kali pada tahun 1590. Mikroskop pertama yang dibuat pada saat itu mampu melihat perbesaran objek hingga dari 150 kali dari ukuran asli.
Temuan mikroskop saat itu mendorong ilmuan lain, seperti Galileo Galilei (Italia), untuk membuat alat yang sama. Bahkan Galileo mengklaim dririnya sebagai pencipta pertamanya yang telah membuat alat ini pada tahun 1610.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar