Minggu, 14 September 2014

Tahapan menulis Novel Thriller

Ada yang tahu apa itu novel thriller? menurut Wikipedia; "Novel thriller adalah genre yang menggunakan suspense/ketegangan atau kegelisahan, tensi, kekaguman yang tidak terduga. Sub-genre primer dari thriller adalah mistery, crime dan psikologi thriller, lalu politik thriller, paranoid thriller. Setiap metode yang digunakan dalam cerita thriller kurang lebih menggunakan cara yg sama, meski tiap sub-genre memiliki karakteristik unik.
Metode umum sub-genre thriller
Crime thriller: Uang tebusan, Tawanan, Pencurian, Balas dendam, Penculikan dll
Mystery thriller:  Investigasi, Tehnik detektif, Teka-teki dll
Psikologi thriller: Mind game, Obsesi, Kejiwaan dll
Paranoid thriller: Konspirasi, Tuduhan palsu, Paranoia dll
ada banyak sub-genre thriller yang tidak saya sebutkan.. disaster thriller, supernatural, techno, dsb.
Di Negeri yang bernama 'Indonesia' sedikit sekali kita jumpai novel-novel ber-genre thriller. Jangankan novel, film-filmnya saja banyak mengangkat tema drama, horor, atau komedi.. koreksi jika saya salah. Nah anda tertarik membuat novel thriller? oke, sekarang saya akan coba berbagi tentang beberapa tips membuat novel thriller (sok-sokan nih, padahal novel saya belum kelar-kelar) hehe ga apa apa, itung-itung ini adalah sarana pembelajaran buat saya, dan berbagi sedikit 'pengalaman' cieee gayanya. Tolong anda koreksi, jika ada beberapa point yang mesti saya tambahkan atau point-point yang salah. sekali lagi, saya masih dalam tahap belajar.
inilah beberapa tips untuk membuat novel thriller;
1. Mengumpulkan Ide
Mengapa saya sebut 'mengumpulkan' ? karena se
buah novel thriller butuh banyak ide yang saling mendukung. Ingat anda ditantang untuk menghadirkan ketegangan, maka ide-ide tersebut adalah segala sesuatu yang berbau itu, atau setidaknya mendukung jalan cerita menghadirkan tensi-tensi tinggi. Maka bersabarlah, jangan terburu-buru untuk menyelesaikan novel anda dengan hanya mengandalkan sedikit ide. 
Lantas bagaimana jika ide-ide tersebut ga datang-datang? mau ditunggu sampai jenggotan? sampai lebaran kodok? jangan dung, anda harus menjemputnya!! gimana? pake angkot, pake motor, atau jalan kaki jika anda ga punya ongkos dan bensin.. kita butuh 'kendaraan' buat menjemput ide. let me give you some example:
-sering-sering baca novel thriller
-sering-sering nonton film thriller
-diskusi / berkomunikasi dengan sosial yang kritis terhadap ni
-mengikuti perkembangan berita nasional dan internasional dll
dan kalaupun anda sibuk, dan ga punya cukup waktu buat itu maka anda harus 'menyetel' otak anda lebih peka. Tanamkan di otak anda bahwa hari ini anda harus mendapat beberapa ide untuk mendukung kerangka novel, berimajinasilah, dan percayalah bahwa ide-ide itu akan datang dan berhasil anda jemput dan temukan. 
2. Riset
Setelah semua ide dirasa sudah cukup, atau anda sudah punya gambaran 'mentah' tentang arah novel thriller yang ingin anda buat. beralih ke beberapa 'penelitian' ide-ide tersebut, penyaringan ide, hingga 'cek lapangan' bilah diperlukan. Hal ini bertujuan membentuk kondisi logis yang ingin anda ceritakan, ingat! kelogisan cerita sangat berperan dalam pembuatan novel apa lagi novel thriller. 
Kita ambil contoh, jika anda mengambil setting di selat sunda, maka data-data tentang perairan laut disana, pelabuhan dan kondisi keramaian lalu lintas, serta hal-hal lain yang luput dari pengamatan anda dan berpotensi menghancurkan kelogisan jalan cerita. Tak perlu khawatir, google adalah 'sahabat yang ramah' untuk riset anda, ditambah sedikit usaha nanya-nanya ke beberapa orang yang anda anggap berkompeten menunjang riset anda, serta perpustakaan yang tak kalah ramahnya dengan om google.
3. Tokoh
Tak jauh berbeda dengan novel lain, setiap novel atau cerpen sekalipun diperlukan karakterisasi yang kuat dan konsistensi tiap tokoh-tokohnya. Untuk menghindari perubahan karakter dan membuat karakterisasi tokoh-tokoh anda kedodoran, ada baiknya anda membuat semacam tabel tentang nama-nama tokoh dari prime protagonist sampai tokoh-tokoh figuran. Lalu buatlah ciri-ciri fisik masing-masing tokohnya di sebelah kolom nama tokoh, lalu karakter sifatnya.. ini akan membantu anda membuat tokoh-tokoh yang 'kuat'. 

4. Plot
Percayalah, novelist thriller adalah pribadi-pribadi cerdas, karena jika ia tidak cerdas merangkai cerita, maka novelnya akan terasa hambar di tangan pembaca yang lebih cerdas. Jika anda amati novel-novel John Grisham, Dan Brown, Robert Ludlum dll.. mereka adalah pribadi-pribadi cerdas yang tercermin dalam tiap alur cerita yang mereka buat. 
 
 
Bagi Novel anda ke dalam 9 babak Babak 1 : Pemanis, lanskap tempat, backround, (jangan berlama-lama disini) jangan membuat pembaca bosan dengan bertele-tele menjelaskan setting. mulailah dengan konflik awal, bom meledak, atau hal-hal mengejutkan lainnya.> keteganan 1 Babak 2: Pengenalan tokoh diselipkan dalam ketegangan yang masih berlangsung > ketegangan 2 Babak 3: Pertemuan tokoh protagonist dan antagonist, masalah yang lebih besar timbul > ketegangan 3 Babak 4: Konflik  utama, masalah yang lebih besar, ketegangan yang lebih dahsyat > ketegangan 4 Babak 5: Penyusunan strategi oleh tokoh utama, tetap dalam ketegangan > ketegangan 5 Babak 6: Rencana gagal (novel thriller selalu ada rencana yg gagal guna menambah intensitas ketegangan) ketegangan 6 Babak 7: Rencana darurat ketegangan 7 Babak 8: Klimaks ketegangan 8 Babak 9: Ending (sisakan sedikit space untuk ending)

5. Konflik
Ini bagian tersulit, konflik thriller tak ubahnya seperti piramid. Jika anda memulai novel dengan sesuatu yang 'bombastis' maka sebuah novel thriller yang baik akan menuntun pembaca mengalami peristiwa yang lebih bombaastis di tengah cerita, dan super bombastis di akhir cerita, serta menyisakan sedikit sekali 'penenang' buat ending.
Di lain sisi, jika anda memulai novel dengan sesuatu yang biasa saja (menghemat konflik) maka novel anda akan terasa hambar. Intinya apa? konflik genre ini adalah ketegangan, bukan konflik patah hati di tolak cinta, atau konflik-konflik lainnya yang bisa kita lihat di sinetron 'cinta fit*i' 
Konflik thriller adalah 'membunuh presiden, berbarengan dengan ledakan bom teroris, membajak pesawat, tabrakan kereta api, mengendalikan robot, dst. 

6. Berhati-hati memasukkan unsur cerita 
Kita tentu saja tidak bisa membangun konflik tersebut tanpa latar belakang tokoh yang jelas, penjabaran setting, serta pemahaman pembaca tentang bagaimana cerita bisa setegang ini. dibutuhkan kejelian anda dalam memasukkan semua unsur tersebut, tanp[a harus merusak ketegangan konflik. Sisipkan secara perlahan unsur-unsur tersebut, bisa dalam dialog singkat, atau deskripsi sederhana. 

7. Penghalusan
Dari penjelasan saya di atas, anda pasti membayangkan sebuah novel yang tak memberi ruang 'bernafas' bagi pembaca. Dalam artian pembaca selalu disuguhkan ketegangan tak berputus. sebenarnya tidak sama persis seperti itu, pada bagian tertentu anda harus memberi pembaca 'udara' buat bernafas, dan sebelum mereka bosan tuliskanlah ketegangan yang lebih dahsyat. nah bagian inilah yang digunakan penulis sebagai pemisah dan penyambung bab per bab, chapter per chapter dalam novelnya.
 
Well, happy writing. Selamat berimajinasi dengan ide terliar anda ^^

1 komentar: