Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2015

Dulu, Buku & Kita. a love letter for the lovely one.

Jika ada yang bertanya padaku tentang sesuatu yang paling romantis, maka jawabannya sederhana; buku. Buku mampu melipat kesenjangan yang diciptakan ruang dan waktu, menjadikan hangat setelah beku, menciptakan tawa lepas setelah kaku. Bukan begitu Bu? Ada sesuatu yang membuat ragaku ingin menghabiskan senja di tempat itu. Tempat yang masih kuingat detailnya; tangga kayu, komputer kotak, kursi tamu, karpet bulu dan tentu saja si primadona rak buku--novel-novelnya. 
Hampir di ujung senja, aku sudah berdiri di hadapannya. Mengamati sejenak selagi ia masih belum menyadari kehadiranku.  "Bu....." sapaku yang entah ragu entah malu. Wanita berpakaian serba biru itu menoleh, 3 detik kemudian ia melakukannya. Ya, menyebut namaku dengan cara yang berbeda. Bukan dengan nada mengabsen seperti 7 tahun lalu. Bukan. Nadanya lembut, seperti seorang ibu yang memergoki anaknya pipis di celana (maaf) tapi tidak marah. Mungkin sejenis terkejut atau heran. Entahlah.  Dia menggenggam ta…